Sepatu Lariku


Amerika
March 9, 2009, 3:52 am
Filed under: Uncategorized

Bertahun-tahun bekerja di perusahaan amerika membuat saya menyadari bahwa memang orang amerika terkenal bukan cuma kecenderungannya yang mengagumkan untuk serba praktis dan tak mau bikin ruwet. Mereka juga terkenal sebagai bangsa yang terbiasa dengan skala besar dalam kepala. Skala Grand Canyon, ngarai karang yang gede pisan, Skala Niagara Falls, air terjun yang sak hohah. Jadi kalau bikin sesuatu mesti serba besar, contohnya bikin jalan, lebarnya ampun deh, padahal cuma di tengah hutan. lebarnya mungkin bsa untuk lewat 4 truk sejajar sekaligus, bikin truk juga gak tanggung2, bannya saja tinginya 4 meter lebih (caterpilar 793). Tak Heran banyak orang amerika menerima itu sebagai semacam takdir (destiny) bila negara tersebut jadi pemimpin dunia. Apalagi setelah perang dunia II, sekutu menang, Inggris yang dulunya berjaya, kehilangan banyak jajahan, sehingga Pax Britanica kemudian diganti dengan Pax Americana. Sejak itulah gambaran sebagai pemimpin dunia yang gagah terpateri dalam setiap pemerintahan di gedung putih. Dalam banyak hal itu memang tak bisa dielakkan, amerika tak hanya punya Grand Canyon, tetapi juga kekuatan besar nuklir. Tetapi percaturan dunia ternyata tak cuma ditentukan oleh kekuatan nuklir. Ekonomi China, India, Rusia yang tumbuh pesat seingga persaingan tak terelakkan. China segera tumbuh menjadi raksasa baru dengan industri manufaktur yang luar biasa, India jadi semacam kekuatan pesaing IT baru bagi Amerika, kemudian rusia juga kembali menggeiat. Sementara Amerika sekarang malah sakit, defisit yang tak pernah habis, keuangan yang gojang-ganjing, belum lagi krisis energi. Bahkan Noam Chomsky, yang bukunya pernah jadi acuan presiden Hugo Chaves (Hegemony or Survival), pernah menulis untuk amerika dengan judul yang tak kalah mirisnya, ‘Failed States’ Akankah imperium amerika akan berakhir? Barangkali juga tidak, David Calleo dalam The Imperious Economy menyebutkan bahwa bukan amerika yang menurun, tetapi terjadi kebangkitan baru ekonomi dunia. Jadi yang dulunya amerika nampak tingi jangkung, sekarang tidak lagi. Apakah memang demikian?


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.