Filed under: Uncategorized
Judulnya agak sedikit sombong. Mestinya ‘Apakah Masih Ada waktu Untuk Kita?’.gak papa toh..biar agak sedikit positif, optimis, bahwa kita masih akan diberi kesempatan.
Setiap menghadapi akhir tahun, kita selalu berpikir, alangkah cepatnya waktu berlalu. Sepertinya baru kemarin kita merayakan tahun baru…eee..sudah tahun baru lagi. Semua pasti pernah punya kenangan di tahun-tahun yang laludan kalau kita mau merenung sejenak, kita akan berkata dengan setengah berbisik…. apakah kita masih diberi kesempatan.
Mengamati jalannya kehidupan sering kita menjadi sedikit bingung dan sulit membayangkan, bagaimana seseorang yang menyebut dirinya beragama tetapi setiap hari pekerjaannya hanya menyakiti hati orang lain. Susah dimengerti, kalau ada orang yang datang ke tempat ibadah demikian rajinnya, atau menyumbangkan dana besar untuk pembuatan tempat ibadah, tetapi hampir setiap hari mencuri uang orang lain. Saya INGIN menjadi orang-orang biasa yang tidak pernah menyumbang, tidak pernah menyebutkan agama, tetapi mengisi waktu-waktu saya dengan cinta dan kasih sayang. Atau menjadi orang-orang yang namanya tidak pernah menghiasi media, tidak dikenal siapapun, namun mengisi hari-harinya dengan senyuman buat kehidupan. Atau menjadi orang yang tidak pernah menduduki satu kursi jabatanpun, tidak menyandang gelar apapun, namun menunjukkan keteladanan- keteladanan kehidupan yang mengagumkan. Saya INGIN ini jadi jalan kehudpan saya, tetapi TIDAK untuk pamer, tidak untuk
gagah-gagahan, tidak juga karena haus akan pujian, akan tetapi melalui solidaritas, disiplin diri, kesederhanaan saya sedang mengukir kehidupan dengan amal-amal. Dan ketika suatu waktu puteri saya, atau orang lain membuka serta membacanya, mereka akan tahu, pernah ada seorang ayah atau seseorang yang hidup dengan tingkat solidaritas dan disiplin diri tertentu. Kebahagiaan hidup mestinya berlalu dari detik ke detik, hanya kita saja yang sering melewatkan kebahagiaan ini….dari detik ke detik kebahagiaanmu. Kemudian, membuahkan kehidupan yang semuanya akan bermuara mutlak ke pada Tuhan. Beauty is life when life unveils her holy face, demikian Khalil Gibran (The Prophet/Sang Nabi) berucap, Kecantikan adalah kehidupan yang wajah sucinya terungkap. Kalau kita bisa mengetahui apa sesungguhnya kehidupan, itulah kecantikan, kebahagiaan, kedamaian…..dan mudah-mudahan kita masih diberi waktu…Amin.
…ora mutu ya….
SELAMAT TAHUN BARU 2009, MOHON MAAF LAHIR BATHIN.
Cekap semanten tulisan kulo, sae lan mboten monggo kerso…..
Leave a Comment so far
Leave a comment