Filed under: Uncategorized
Waduh judulnya serem banget. Maksudnya biar kita selalu ingat, muara kita semua adalah kematian. Kita semua akan mati, dan itu pasti. Seperti hidup dan kehidupan , mati juga penuh misteri. Tidak ada yang bisa menceritakan dengan gamblang apa itu mati, bagaimana proses kematian datang dan pergi..
Kematian tidak pilih orang. Kematian tidak menunjuk usia. Semua orang pasti akan mati. Entah tokoh atau orang awam, entah pejabat atau rakyat jelata, entah ulama atau abangan. Juga kematian datang kapan saja. Bayi mati ada, pemuda mati juga biasa, apalagi orang tua. Jadi ingatlah kematian pasti akan tiba. Ada orang yang mati hina, ada yang mati biasa, ada pula yang mati mulia.
Sampai sekarang,
Kematian belum nampak datang.
Aku takut, meskipun berlagak riang.
Katanya,
Kematian bagai awan gelap,
Yang datang menyelinap,
Masuk pintu yang terkunci rapat
Lalu merenggut jiwa dengan kuat dan
Berlalu begitu saja dengan cepat
Kemudian,
Kemurungan, kesedihan,
Karena yang tinggal cuma seonggok jasad
Dengan mulut terkunci rapat
Tetapi banyak juga yang berusaha menghindar, merengek-rengek minta perpanjangan…Tuhan saya jangan mati sekarang, karena saya belum puas merengguk kehidupan, karena anak saya belum jadi orang, karena harta saya belum terbilang..Ooo Tuhan jangan datangkan kematian.
Saya telah banyak melihat orang mati. Dari tabrak lari, mati di rumah sakit kerna kanker hati, sampai kecelakaan di tambang. Semuanya sama. Orang yang dulunya kita kenal, dengan tawanya, dengan segala kehangatannya, sesudah mati jadi dingin, kaku, kelu dan beku.
Dan ketika si Anu (dengan bahasa yang lebih halus) telah dipanggil menghadap Tuhan, kita akan menunduk dan berkata “ya..semuanya hanya untuk Tuhan dan kepadaNya semua akan kembali…”. Semuanya seolah menjadi bernuansa spirituali, meskipun hanya sebentar saja. Sesudah itu kita lupa.
Jadi kapan Kombang akan mati….tidak ada yang pernah mengerti. Tetapi kata Khairil Anwar.’sekali berarti, sesudah itu mati….’ Maunya.
Leave a Comment so far
Leave a comment